Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juli 2017

PROMO FINAL CALL AIRASIA!!!

PROMO FINAL CALL AIRASIA!!!

Siapa sih yang nggak mau dapet tiket murah meriah??!!

Oke, gue tahu kalian pasti mau banget kan kalau ada tiket yang harganya super murah. Apalagi buat kalian yang hobi jalan-jalan, entah itu keluar kota ataupun keluar negeri.

Dari judul yang udah gue tulis, di sini gue mau membahas mengenai tiket PROMO FINAL CALL AIRASIA. Atau mungkin lebih tepatnya pengalaman gue memburu tiket murah buat jalan-jalan.

Jujur aja, cari tiket pesawat yang murah meriah itu super duper susah :’(
Apalagi buat yang pertama kali mau jalan-jalan, coba-coba cari tiket pesawat, pasti bingung dan penasaran bagaimana caranya bisa dapet tiket  pesawat yang murah.

Berdasarkan pengalaman gue sendiri, sering banget sih denger orang-orang dapet tiket promo atau murah. Berdasarkan apa yang gue denger, selain dari mendatangi event-event seperti Travel Fair atau sejenisnya, salah duanya lagi adalah dengan mencari tiket murah pada waktu tengah malam.
 Ya, tengah malam!
Gue juga pernah sih baca blog orang yang menyarankan cari tiket murah pada waktu tengah malam.
Oke, tengah malam.
Nah, terus kenapa kalau tengah malam? Gue buka dong link web nya beberapa maskapai penerbangan. Salah satunya, dan emang yang paling murah itu adalah Airasia. Gue buka deh webnya.


Taraaaaaa!!!!!!!

Mana tiket murahnya???

Gue harus buka satu-satu jadwal penerbangan buat cari tiket murah :’(
Dan tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Berhubung temen gue ada yang ngajakin pergi ke Negara tetangga dalam waktu dekat ini, gue tanya – tanya lah sama temen gue ini bagaimana caranya mendapatkan tiket pesawat yang murah. Kenapa gue tanya sama temen gue ini? Karena setahu gue, dia juga udah pernah pergi dan katanya sih dapet tiket murah juga.

Berawal dari sini lah gue mendapatkan sedikit pencerahan. Seolah mata batin gue terbuka lebar. Loh, loh, ngelantur! Hehe
Teman gue itu pun menyarankan gue untuk mem-follow akun IG tiket-tiket promo atau tiket-tiket murah. Semacam agen yang menjual tiket murah begitu lah.
Gue pun melakukan apa yang teman gue sarankan itu.

Setelah beberapa waktu, akun – akun tersebut biasanya secara serempak mengumumkan adanya tiket pesawat Promo Final Call Airasia PP. Dan harganya….. jangan ditanya, emang murah banget menurut gue.

Di sini lah, akhirnya gue pun sedikit mengerti kenapa orang – orang (nggak tahu orangnya siapa) selalu bilang untuk memburu tiket pesawat murah pada tengah malam. Karena ternyata, tiket  Promo Final Call Airasia ini selalu dibuka pada malam hari, biasanya dari jam  11.00 -  02.00 malam. 

Akhirnya, gue pun bergadang demi mendapatkan tiket murah tersebut.
Tidak sampai di situ saja perjuangan gue untuk mendapatkan tiket murah. Ternyata, chat gue (orderan tiket gue) selalu dibalas supeeeeerr dupeeerrrrr laaaamaaaaaa. Dari jam 11 malam baru dibalas besok siang atau sore, atau dua hari kemudian, atau bahkan tidak dibalas sama sekali :’((  Nah, ketika sudah dibalas dan gue membalas lagi, gue pun tetap harus menunggu kembali balasan yang supeeerrrr dupeeerrrr laaaamaaaa itu. Capek gue! Kadang sampai kesel juga!

Udah nunggu lama, begadang nungguin tuh balesan, berharap – harap cemas semoga dapet tuh tiket murah, ujung – ujungnya yaaaa nggak kebagian juga tuh tiketnya!!
Maaf pemirsah, saya terbawa esmosi  *ambil tissue
Tapi, barang siapa yang bersabar dan tetap berusaha pasti akan menuai hasilnya pula! Ahaaaayyy
Akhirnya gue pun dapet juga tiketnya!!!

Buat kalian yang sedang berburu tiket pesawat murah untuk jalan-jalan, mungkin gue bisa kasih beberapa tips buat kalian. Simak baik-baik ya guys!!!
1.       Follow akun –akun IG yang menjual tiket promo atau tiket murah.
Saran gue, kalian harus teliti dan hati – hati saat memilih akun – akun tersebut. Usahakan akun atau agen yang kalian akan gunakan untuk membeli tiket pesawat adalah akun terpercaya. No tipu – tipu!
Bagaimana cara mengetahui akun tersebut bisa dipercaya atau tidak? Kalau gue sendiri sih, biasanya lihat dari banyak atau sedikitnya orang yang follow akun tersebut. Biasanya gue lebih tertarik sama akun yang followersnya banyak. Eeiitttsss, tidak sampai di situ saja guys. Karena akun yang memiliki banyak followers bisa saja dari hasil membeli followers atau cara curang lainnya, jadi kalian harus lebih teliti lagi. Setelah melihat dari banyaknya followers, kalian bisa lihat juga dari testimony yang diberikan pembeli, biasanya akun tersebut akan memposting testimony dari pelanggannya juga. Testimony tersebut setidaknya memberikan gambaran pada kalian bahwa ‘ada loh yang beli, ternyata tiketnya sampai pada pembeli’ dan sebagainya yang membuat kalian sedikit bisa percaya. Selain itu, biasanya gue juga lihat dari komentar – komentar yang diberikan orang pada setiap postingan akun tersebut. Perhatikan baik – baik seandainya ada komentar buruk mengenai akun tersebut. Atau kalian bisa juga melihat komentar yang baik mengenai akun tersebut.
Kalau kalian sudah cukup mempercayai akun atau agen tersebut, silahkan kalian mencoba untuk memesan tiket pesawat saat waktu Promo telah tiba.
2.       Up to Date selalu pada setiap postingan akan adanya Promo Final Call.
Rajin – rajin lah membuka timeline instagram kalian untuk melihat adanya Promo Final Call. Garis bawahi dan bolt kata – kata berikut ini! JANGAN SAMPAI TERLEWAT!!!
Perlu kalian ingat, bahwa pemberitahuan akan adanya tiket Promo Final Call ini biasanya baru akan muncul beberapa jam sebelum dibukanya Promo nya tersebut! Jadi kalian harus selalu update akan adanya pengumuman Promo Final Call tersebut.
Kalau sampai terlewat sedikit saja, berdoa sajalah semoga kalian masih bisa mendapatkan tiket promo tersebut.
3.       Perhatikan Peraturan Pembelian Tiket Promo Final Call!!!
Setelah kalian melihat pengumuman adanya tiket Promo Final Call tersebut, pastikan kalian memabaca peraturan yang ditulis admin mengenai pembelian tiket promo tersebut agar memudahkan kalian saat memesan tiket.
Berikut beberapa peraturan yang biasanya ditulis admin:
-          Chat yang sesuai format akan dibalas lebih dahulu
-          Disarankan untuk tidak memesan tiket pada High Season, Public Holiday, Weekend
-          Batas maximum transfer 2 jam setelah mendapatkan booking details
Beberapa akun biasanya membuat lebih banyak peraturan, tapi menurut gue inti pentingnya hanya 3 point di atas tersebut.
4.       Add akun Line atau Wa Agen tiket
Biasanya pada profil ig akun tersebut tercantum nomer wa atau line untuk pemesanan tiket. Jadi, setelah kalian melihat pengumuman adanya Promo Final Call langsung saja add akun line atau wa yang ada di profil. Jadi ketika sudah mulai waktunya Promo Final Call, kalian tidak lagi ribet untuk menambahkan akun wa atau line nya dan bisa langsung memesan tiket.
Perlu kalian ketahui  juga, beberapa akun akan lebih aktif memberikan informasi Promo Final Call lewat Line.
5.       Memberikan Kabar Final Call pada Travelmate
Jangan terlalu bergembira mendengar kabar Final Call tapi ternyata lupa memberikan kabar kepada teman seperjalanan kalian. ini point yang SANGAT PENTING!!!
Perlu kalian ingat kembali, untuk mendapatkan Promo Final Call ini kalian harus berebutan dengan ratusan atau bahkan ribuan orang yang juga ingin mendapatkan tiket promo tersebut. Siapa cepat, dia dapat! Berdasarkan pengalaman saya, lewat satu menit pun habis sudah riwayat kita. Kehabisan tiket.
Jadi pastikan kalian tetap terhubung dengan teman kalian. Kalian harus sudah menetapkan tanggal keberangkatan dan kepulangan pasti yang akan kalian pesan selain itu kalian juga harus menentukan tanggal alternatif seandainya kalian kehabisan tiket pada tanggal yang kalian inginkan. Penentuan tanggal ini benar-benar harus sudah ditetapkan matang – matang dengan travelmate kalian. Biasanya, admin tidak akan membalas chat kalian seandainya tanggal yang kalian pilih sudah habis. Atau kalau kalian beruntung, kalian bisa mendapatkan admin yang bermurah hati membalas chat kalian dan memberikan alternatif tanggal yang masih available untuk kalian. Perhatikan juga, bahkan seandainya admin mau bermurah hati membalas chat kalian, kalian harus tetap menentukan tanggal dengan cepat. Karena seperti yang gue bilang tadi, lewat satu menit pun kalian akan kehabisan tanggal. Ketika kalian dan teman kalian berfikir lama, orang lain yang akan mengambil tiket pada tanggal tersebut. Itulah kenapa gue bilang pentingnya terhubung secepat mungkin dengan travelmate kalian.
Jujur aja, susahnya mendapatkan tiket promo ini salah satunya adalah penentuan tanggal. Kalian tidak bisa memilih tanggal cantik yang kalian mau. Kalian hanya bisa memesan pada tanggal yang masih available saja.
6.       Chat Sesuai Format dan Jangan Bertumpuk
Seperti yang awal gue bilang. Saat waktunya dimulai, kalian langsung mengirim format pemesanan yang sesuai. Jangan banyak tanya, atau kalian akan kehabisan tiket promo!
Jangan juga men- chat dua kali pada admin, atau chat kalian akan bertumpuk dengan chat orang lain. Karena admin akan merespon siapa saja yang chat lebih awal, jika kalian melakukan chat 2 kali maka chat kalian yang awal akan semakin dibelakangi.
7.       Menunggu dan Sabar
8.       Persiapkan Data
Saran gue, sebelum kalian memesan tiket, usahakan kalian sudah memegang data lengkap diri beserta teman-teman kalian. Jadi ketika admin meminta data diri, kalian tidak lagi repot untuk menunggu lama data teman kalian. Data yang diminta biasanya adalah nama lengkap, tanggal lahir, dan nomer telepon yang sesuai dengan data paspor kalau kalian mau keluar negeri. Persiapkan juga nomer paspor kalau diminta.
9.       Balas dengan Cepat
Kalau kalian mendapatkan balasan dari admin mengenai tanggal keberangkatan dan kepulangan, usahakan kalian membalas chat dengan cepat agar tidak kehabisan tiket.


Sekian tips untuk mendapatkan Promo Final Call berdasarkan pengalaman gue. Semangat memburu tiket murah!!! :D

Rabu, 20 Februari 2013

Jalan-Jalan Meeen (Jogjakarta)


Jogjaa meeen, jogjaaa. 
Berawal dari ajakan temen-temen gue yang mau pergi ke jogja selepas ujian akhir semester. Biasa dah anak kuliahan kayak kita-kita gini maunya cari yang seger-seger buat melepas stress pasca ujian akhir semester. Udah nggak mikir dah mau hasil akhir semester dapet nilai bagus atau jelek. Yang penting jalan-jalaaaan.
Sebenernya gue pengen banget ke jogja, apalagi waktu temen gue ngajakin jalan ke sana. Dan gue sempet ragu dan berfikir kalau mungkin gue nggak bakalan ikut temen-temen gue berangkat ke sana. Karena gue punya rencana penting liburan ini tapi berhubung rencana gue yang satu itu nggak kesampean dan otomatis gagal total, langsung aja dah gue iya-in ajakan temen gue. Yah sebenernya bakal nyesel banget juga sih kalo gue nggak jadi ikut ke jogja, soalnya jiwa ngebolang gue udah sempet jerit-jerit nggak jelas kalo gue nggak sampe ikut. Merasa dipenjara mungkin kali ya tuh si jiwa ngebolang gue. Yang jelas ini kesempatan banget buat gue yang punya obsesi buat jalan-jalan menjelajahi Indonesia dan beberapa Negara selain Indonesia.

Buat sekedar pembuktian, niiih gue tunjukin tiket kereta yang akan mengantarkan gue menuju jogja *begaya dikit* haha.




Berhubung gue sukanya yang murah-murah (bukan suka juga sih, tapi karena kocek nggak mendukung aja) jadinya cuma beli tiket kereta ekonomi seharga Rp 30.0000,00.
Sebenernya gue terima jadi aja sih tuh tiket. Soalnya temen gue yang namanya Tina atau dalam ekspedisi kita menuju jogja kali ini kita sepakat manggil dia si Booss. Soalnya dia sih yang ngurusin semuanya. Hehe. Yap, si Boss ini yang mesen tiket di alfamart dan gue beserta temen-temen gue yang lain yang emang nggak tau diri *wew* tinggal bayar dan terima jadi. Nah kok gue jadi bingung yang mana yang Boss yang mana yang Pesuruh. Haha Pisss Boss Tina :D
Jujur aja, yang namanya gue itu baru 2 kali naek kereta. Itu juga yang jarak deket. Maklum lah gue kan mondar-mandirnya kalo gak busway ya mentok-mentok angkot. Mana ngerti gue sama urusan naek dan turun kereta. Jadi, ya ini dia pertama kalinya gue naek kereta jarak jauh dari Jakarta-Jogja.  

 
#Hari Pertama
Kereta berangkat hari Selasa tanggal 29 Januari  jam 06.30 pagi. Temen-temen gue udah pada repot dah tuh, nginep di sana-sini. Gue juga awalnya mau nginep sih di rumah temen gue tapi nggak jadi. Akhirnya pagi-pagi gue dianter bokap dan sodara gue ke stasiun pasar senen. Di mana pula itu, gue juga nggak pernah ke stasiun pasar senen #Hadeh. Yaah beginilah kebiasan gue yang selalu mengekor, #ngaret#. Sebenernya gue nggak ngaret juga sih. Gilee aja, gue semaleman susah tidur. Rasanya gue udah terbayang-bayang jogja di kepala gue. Lebeh. Sebenernya gue lebih takut bangun kesiangan aja sih hehe. Gue bangun jam 3 pagi meeen. Dan baru ini gue bangun jam segitu tapi mata rasanya masih seger aja. Udah selesai mandi, ransel udah siap, udah cakep. Eeeeh nunggu bokap gue dulu dah. Dia dengan santainya makan dulu. Nggak mungkin juga kan gue marahin bokap, yasudah gue sabar aja nungguin pada akhirnya gue berangkat jam 5 lewat *jangan di tanya lewat berapa. Alhasil, janjian sama temen jam 6 pagi sampe di stasiun, gue baru sampe jam 6 lewat 20.
Sebenernya gue udah kebingungan juga sih sampe di stasiun. Gue mau ke mana, lewat mana, naek kereta yang mana. Gara-gara gue telat, temen-temen gue juga udah pada masuk ke dalam kereta. Temen gue cuma bilang masuk lewat peron 4. Denger kata peron aja, gue berasa ada dalam cerita Harry Potter. Haha *maklum baru ini naek kereta, biasanya juga cuma liat di ditipi. Udah masuk ke peron 4. Laah gue bingung lagi, naek keretanya di mana. Gerbongnya yang mana. Punya tiket juga gue nggak ngerti bacanya, ya baru akhir-akhir aja gue baru ngerti baca tuh tiket kereta. Keluarin hp, tanya temen gue dah. Eeeh ada yang melambai-lambai dari dalem kereta. Akhirnya gue bisa nyengir juga. Nggak jadi nyasar di dalem kereta dah.
Gue dan temen-temen gue itu sekitar ber-15 orang. Tapi beberapa ada yang pisah gerbong karena beli tiketnya belakangan. Untung gue di gerbong yang banyakan temen guenya. Gue dapet tempat duduk berempat sama temen gue. Sebenernya bosen juga sih di dalem kereta. Kerjaan gue sama temen-temen gue cuma tidur-makan doang. Berhubung kita naeknya kereta ekonomi, jadi banyak banget tukang jualan yang lalu-lalang. Dan gue baru tahu kalo di kereta itu ada orang yang nyapu terus minta dibayar dah. Sebenernya sih bukan masalah dia minta bayarnya juga. Yang gue bingung ini tukang nyapu banyak banget dah. Lo bayangin aja, setiap menit ada aja tukang nyapu. Baru aja di sapu, selang berapa menit kemudian ada yang nyapu lagi. Wooy elo mau nyapu apaan lagi? Udah bersiiiih. Tapi ya biarin aja lah, namanya juga orang nyari duit.
Perjalanan yang kurang lebih memakan waktu 8 jam perjalanan itu, gue nggak lupa buat narsis dikit di dalem kereta. Maklumlah makhluk asing yang nggak pernah naek kereta ya beginilaaah :D



Bukti nyata kalo gue juga pernah naek kereta !!!!
Sama noraknya kan kayaak guee
Naaah lo, liat aja tuh temen gue anak alim semua kaan, nggak kayak gue yang super duper nggak jelas hihihi. Sampe-sampe ada ibu-ibu di kereta ngira kalo gue dan temen-temen gue mau berangkat kondangan #GUBRAAAAKKK. Rasanya gue pengen ngakak di depan tuh ibu-ibu. Bukan bu, kita mau ada pengajiaan.
 Dengan harap-harap cemas dan penantian yang panjang *halah. Akhirnya gue sampe juga di….. Kutoarjo.





 
Gue mau nyengir kuda dulu aaahh. Bentar, gue jelasin dulu. Emang nih temen gue beli tiketnya sampe Kutoarjo doang soalnya kita mau berkunjung or mampir sejenak di rumah Mbahnya salah satu temen gue. Gue garuk-garuk kepala bentar ya. Gue juga jadi bingung ini haha. Jadi intinya kita seru-seruan aja, numpang nginep bentar. Dan besok paginya kita berangkat lagi ke … JOGJA…naeeekk kereta =__+  *lagi. Untung Mbahnya temen gue baik banget, dengan senang hati mau menjamu gue dan temen-temen gue yang seabrek banyaknya hahaha.

 
#Hari Kedua
Sebelum berangkat ke Jogja, kita berpose dulu di rumah Mbah.



Kita beli tiket lagi Kutoarjo-Jogja seharga Rp. 10.000,00. Jadi, total naek kereta Jakarta-Jogja seharga Rp. 40.000,00. Perjalanan dari Kutoarjo-Jogja kurang lebih 2 jam dan gue hampir mati bosen di kereta. Eeeh ada satu lagi nih, ternyata yang gue tonton di Harry Potter beneran ada yak. Troli berjalan di kereta, jual makanan dan minuman haha *sekali lagi jadi orang norak. Tapi harganyaa, jangan ditanya tetep aja mahal.
Jauh-jauh ke Jogja, di kereta ketemu orang dari Ciputat juga yang sengaja berlibur sekeluara ke Jogja. Itu ibu-bu lagi ngobrol kalo udah sampe jogja, mau ke mana terus naek apa. Dan kalian harus tau, gue sama temen gue mencoba untuk nguping. Yah lumayan lah buat referensi wakakak.
Setelah 2 jam perjalanan, akhirnya gue sampe juga di JOOOOGJJJAAA. Stasiun Tugu. Wuaaa rasanya gue pengen banget teriak yang keraas, akhirnya gue ada di Jogja setelah perjalanan yang melelahkan.
Sekedar bukti dikit kalo gue udah sampe Jogja. 



Udah nggak sabar, langsung aja kita cabut menuju hotel. Mau naek becak ehh mahal sangat, abang becaknya maunya 20rb sampe ke hotel. Jelas aja gue sama temen gue nggak mau, hotelnya juga nggak jauh-jauh amat. Akhirnya kita berjalan kaki dahulu dari stasiun Tugu ke Malioboro sambil sesekali nawar harga becak. Akhirnya dapet juga becak yang mau ditawar 15 ribu sampe hotel. Gileee, tuh abang becak susah banget yang ditawanya. *dan hari terakhir gue di jogja, gue baru menyesali semua kenapa gue nggak naek taksiiii grrrrr.
Sampe di hotel, kita melihat-lihat dulu keadaan kamar yang bakal kita tempatin. Tapi sebenernya ini bukan hotel juga sih. Mungkin lebih enak di bilang penginapan atau mungkin losmen. Tapi kenapa di depannya tertulis hotel??!!! Awalnya sih gue males banget sama penginapan ini. Maklum lah namanya juga penginapan murah, cuma 30rb perorang semalam. Dan setelah gue pikir-pikir ternyata nyali gue belum cukup buat jadi backpacker. Gue lebih seneng jadi pertengahan antara koper dan ransel kekeke. Setelah berdiskusi sebentar sama temen-temen yang lain akhirnya kita sepakat tetap di hotel itu meskipun keadaannya kurang sesuai dengan yang ada di bayangan kita. Dan gue ikut aja sama temen gue. Setidaknya cuma buat tidur doang.
Langsung aja kita taruh barang-barang di dalam kamar dan  segera cabut dari hotel.  Semuanya emang nggak sesuai rencana, jadi kita pergi ke mana kaki melangkah hehe. Karena kita udah sampe di sana agak siang, jadi hari pertama di jogja kita pergi ke tempat yang bisa dikunjungi di sekitar malioboro. Berjalan kaki lah gue dan temen-temen gue menuju keraton Yogyakarta. Tiket masuk keraton seharga Rp. 000,00 dan tiket buat menambil foto di keraton seharga Rp.  000,00.  
Jepret-jepret di keraton. Sayang juga kan kalo udah masuk tapi nggak ambil gambar hehe. Ini nih dalang di keraton yang berhasil dikeroyok gue dan temen-temen gue buat minta foto. 

Hadeeh itu si bapa senyum apa nggak daah?? mana mata gue juga jelalatan ke mana tau :P

Naah kalo begini kan cakep tapi paak senyuuum laaah


Gue dan Si Boss

 



Satu tempat yang gue sempet lirik di dalam keraton.  Ini nih, udah gue jepret juga.




Ingatan gue langsung tertuju sama film favorit gue, The Twilight Saga tepatnya film Twilight. Bagian di mana Edward dan Bella berdansa pada adegan terakhir di film tersebut. Gue emang ngayal terlalu jauh sih jadi waktu gue liat tempat itu, gue langsung mesem-mesem sendiri. Gue cuma mikir, di keraton itu kan tempat tinggal keluarga kerajaan. Nah, barangkali aja raja dan ratu atau pangeran dan puteri di sini pacarannya di situ hehehe.
Selesai makan soto di pinggiran keraton, gue beserta rombongan kembali berjalan kaki menuju masjid terdekat. Masjid Gedhe Kauman. Berhubung gue lagi berhalangan buat shalat jadi gue foto-foto aja di luar masjid. 





Hasil jepretan temen gue di dalam masjid

Ibadahnya udah, kita lanjut berjalan kaki menuju Taman Sari.



Gue saranin buat elo-elo pada lebih baik naek kendaraan aja. Gilee aja, jauh meeen kalo jalan kaki. Masuk ke Taman Sari harus beli tiket dulu seharga Rp. 000,00. Tapi menurut temen gue yang di Jogja, ke Taman Sari gak perlu beli tiket asal tau jalan yang tepat untuk masuk dengan aman *ajaran sesat emang temen gue itu. Jadi lebih baik kita jadi pengunjung yang baik aja, lewat pintu utama toh bayarnya juga nggak mahal banget.
Ini dia masuk ke Taman Sari.




Jadi, di Taman Sari ini ada kolam besar. Katanya sih ini kolam tempat mandinya raja.
Eeeeh ada anak orang lagi foto :D
Di belakang kite nih kolamnya





Bonus nih foto bebep gue yang cakep, bibirnya nggak nahan banget daaah hehehe



Kita jalan lagi lewat rumah-rumah warga yang mepet banget di Taman Sari. Tapi menurut gue, rumah-rumah warganya juga cukup bersih jadi nggak bikin mata pengunjung rusak juga :P. Jalan terus sampe ketemu masjid bawah tanah. Masuk ke dalam tempat ini emang lewat lorong dulu. 



Lorong ini cukup gelap kalau nggak diberi lampu penerang. Di dalamnya ada tangga yang bersusun. Pada undakan pertama terdapat 4 tangga dan udakan kedua ada 1 tangga. Kalo menurut penjelasan temen gue *yang nggak tau bener apa nggak* tangga ini dibuat berdasarkan rukun islam yaitu ada 5.




Keluar dari masjid bawah tanah tersebut, gue dan teman-teman duduk sebentar melepas pegel-pegel kaki gara-gara jalan cukup jauh bahahaha. Kita lanjut jalan, ada benteng pertahanan. Bangunannya emang udah rada nggak jelas sih. Dan kata temen gue yang nggak jelas lagi, katanya benteng ini jika dilihat dari udara, sejajar dengan pantai selatan. Dan konon katanya, di sini pernah terjadi pertemuan antara sultan Hamengkubuwono entah yang keberapa gue lupa :P dengan nyai Roro Kidul. Atap benteng yang melengkung, katanya bukan dibuat dari besi melainkan direkatkan oleh telur (udah kayak mau bikin kue aja).

Bentuk atap benteng pertahanan

Di Benteng Pertahanan

Yang bangunan besar di belakang tuh Bentengnya


Keluar dari Taman Sari, kita merapat kembali ke penginapan. Berebut mandi dah sama temen-temen gue. Gimana nggak berebut kalo satu kamar ada 8 orang dan satu kamar mandi. Hitung aja kalau satu orang mandi selama 15-20 menit. Yaudah deh gue ngantri mandi dulu sebelum gue jalan-jalan ke Malioboro. Habis maghrib gue dan Dara, temen gue yang sama-sama nggak jelasnya kayak gue pergi ke Malioboro. Dateng ke Jogja nggak lengkap meeen kalo nggak jalan malem ke Malioboro. Naek motor gue dan Dara pergi ke Malioboro. Ternyata di sana udah rameee banget. Jujur aja gue amazing banget dateng ke Malioboro dan di kanan-kiri jalan bener-bener super duper rame. Gue nyari makan dulu sama Dara, udah makan baru kita keliling Malioboro. Banyak musik-musik jalanan yang cukup seru buat di tonton sebagai hiburan. Ada juga yang sambil joget-joget nggak jelas bahkan ada yang juga berdandan ala pangeran atau apalah terus naek kereta kuda. Nggak akan pernah bisa gue lupa kayaknya. Dan rasanya gue mau tiap malem aja jalan-jalan di Malioboro walaupun cuma liat orang hilir mudik.

 
Masuk ke Mirota Batik, gue dan Dara memulai kegilaan. Foto-foto nggak jelas di dalem toko. 

Siapakah iniiii???

Dacut bergaya
Gue dan Dacut di Titik Nol

Sayangnya si dacut ini nggak bisa maen lama-lama sama gue. Dia pulang jam 9 malem. Selanjutnya gue nyari temen-temen gue lagi yang lain. Di depan monument 11 Maret ternyata ada pentas seni mahasiswa. Temen-temen gue lagi liat pentas itu. Dan itu emang keren banget. Pertunjukan tarian dari beberapa mahasiswa. Dan beberapa berhasil membuat para pengunjung tertawa. 

Selesai pertunjukan, gue udah bener-bener nggak kuat. Jadi gue langsung balik ke hotel. Sebenernya gue sayang banget sih buat balik ke hotel, tapi mau gimana lagi kaki gue pada sakit semua. Udah kayak abis lari marathon. Gileee aja, kaki gue dipake jalan seharian. Sampe di hotel gue cuma bisa terbaring meratapi nasib kaki gue. Kayaknya sebelum ngebolang, gue emang harus olahraga dulu di rumah biar kejadian kayak gini nggak terjadi lagi. 


#Hari Ketiga









Rencana si Boss dan temen-temen gue hari ini adalah pergi ke candi Prambanan dan Pantai Baron. Pagi-pagi, kita langsung sewa mobil elf yang bis menampung gue dan temen-temen gue. Sewa mobil beserta supir Rp. 600.000,00 bensin udah ditanggung. Berasa jadi orang kaya dah tuh kita-kita jalan-jalan pake supir. Mau keluar-masuk mobil, dibukain dulu pintunya sama supir :D

Di Prambanan nggak lain gue foto-foto mengabadikan kalau gue sampe di prambanan. Berhubung banyak banget bule, mata gue jelalatan aja dah tuh. Eeeh nemu ada bule kece. Tapi temen gue nggak ada yang mau nyamperin, yaudah deh say goodbye aja sama tuh bule kece. 


Silau meeen








Pasukan Rusuh

Makin Rusuh


Berpose rame-rame


Dari Prambanan, kita langsung menuju pantai Baron. Gue sempet tidur juga sih di mobil tapi sempet bangun lagi. Tertanya kita memasuki wilayah gunung kidul. Perjalanan mulai naik turun. Dan pemandangannya sumpah keren banget. Lebih keren dari di puncak Bogor dah.
Sampai di pantai Baron gue mikirn dulu sebentar. Ini pantainya yang sempit apa otak guenya yang sempit? Mungkin gue keseringan liat pantai yang luas kali yak jadi agak bingung juga gue ketika liat pantai Baron yang seuprit itu. 

Pantai Baron


Selama ini yang ada di otak gue itu yang namanya pantai luas dari ujung sampai ke ujung. Tapi setelah gue lihat pantai Baron, ternyata gue salah. Nggak semuanya pantai kelihatan luas. Sebenernya bukan nggak luas juga sih, hanya saja pantai Baron ini di sisi kanan dan kirinya kelihatan ada karang besar atau mungkin bukit kecil yang membatasi jadi kelihatannya pantai Baron ini kelihatan kecil. Tapi pemandangannya cukup oke kok. Dan di sisi kiri pantai Baron ini ada gua yang bisa dijadikan tempat foto :D.


Suasana di pantai Baron







Gua di pantai Baron


Pulang dari pantai Baron, kita semua terdampar di pertamina dan berakhir di tengah jalan yang nggak tau di mana. Padahal udah cukup malem juga. Mobil sewaan kita lampunya mati dan akinya juga harus diganti. Kita harus nunggu berjam-jam nunggu dibawanya aki pengganti. Sudah deh kita gelap-gelapan di dalem mobi, di pinggir jalan pula. Dari situlah mulailah kegilaan gue. Mencoba melucu sendiri di tengah kegalauan menunggu kekeke. 


#Hari Keempat


Semuanya bener-bener nggak sesuai dan nggak terencana dengan baik. Hari keempat ini kita habiskan lagi dengan keliling di sekitar Malioboro. Gue mikir juga sih, waktu nggak dimanfaatkan dengan baik. Tapi mau bagaimana lagi. Hari ini adalah Shopping Time. Buang-buang duit. Pertama kita ke pasar Bringharjo, cari batik dll. Dari situ, kita ke Mirota Batik membeli beberapa oleh-oleh juga. Pokoknya belanjaa. Udah capek, kita kembali lagi ke hotel. Nafas bentar di hotel, gue jalan lagi sama Dara nyari beberapa kaos dan makan bakso. Si Dara emang nggak jelas, padahal dia yang tinggal di Jogja.  

Dan ini pengalaman pertama gue kena tilang polisi. Emang salah juga sih si Dacut, jalan satu arah di terobos terus. Yasudah deh polisi kelaparan menghadang. Nyari-nyari tuh pos polisi. Gue udah pasang muka oon aja dah tuh. Nggak ngerti sama sekali dah tuh gue urusan tilang-menilang. Yaa emang sih ujung-ujungnya hanya berkhir dengan duit. 

Sorenya, kita pergi ke Benteng Vredeburg yang ada di dekat Malioboro. Sayangnya, ternyata Bentengnya tidak dibuka pada hari Jumat. Tapi kita bisa masuk untuk sekedar foto-foto di dalam sana dengan membayar Rp. 3.000,00.


Masuk ke dalam benteng, kita akan disambut dengan 2 buah patung. Salah satunya adalah patung Jenderal Soedirman.

Jenderal Soedirman


Setelah itu ada beberapa buah meriam









Setelah dari Benteng Vandeberg, gue kembali berburu barang belanjaan sama temen-temen gue ke Malioboro. Nggak abis pikir gue, seharian kerjanya cuma belanja. Dan uang gue langsung ludesss. Jalan-jalannya sih nggak seberapa laaah belanjanya ini yang menguras dompet. Nggak tahan sih, rasanya satu kelurahan pengen gue beliin oleh-oleh, sayangnya aja duit gue nggak cukup :P.

Dari Malioboro, gue kembali menghadapi penyiksaan dengan berjalan kaki menuju alun-alun kidul. Bertanya ke sana- ke mari. Daaan hasilnya gue mendapatkan satu pelajaran #Pelajaran Pertama: Malu Bertanya Sesat di Jalan, Berani Bertanya Tambah Tersesat#. Sial banget tuh Si Kumis, gue sama temen-temen gue dikerjain. Di kasih jalan yang bener-bener muter, padahal bisa aja kita jalan tinggal lurus. Bener-bener nggak bakal gue lupain muka lu  pak, teganya ngerjain gue dan temen-temen gue yang udah nggak punya duit ini =___=”.



Beberapa temen gue akhirnya menyerah sebelum perang selesai wakakakak. Mereka tereliminasi dan pulang duluan ke hotel. Gue, si Boss dan temen yang tinggal beberapa biji masih terus melanjutkan perjuangan. Setelah sampai di alun-alun waaaah rasanya kebayar sudah perjuangan gue dan temen-temen gue berjalan kaki. Perut gue langsung aja menjerit-jerit, tapi di sana cuma ada nasi kucing. Bukan nasi pake kucing juga :O. Makan nasi yang cuma seuprit dan lauk yang super duper sedikit. Biasanya sih ada satenya juga, tapi udah pada abis yaudah deh nasib kita cuma makan –seadanya-. Eeeh si Ratna Endah, terkejut bukan main liat makanan kita ini. Haha. Kasian dia, cuma dapet lauk ikan teri satu biji. 


Baru sampai alun-alun kidul. .Duduk beli nasi kucing


Udah ada di alun-alun kidul, rasanya kurang lengkap kalau nggak mencoba melewati dua pohon beringin yang ada di sana. Katanya sih kalau bisa melewati kedua pohon beringin tersebut, maka keinginannya akan tercapai. Yah percaya nggak percaya sih. Tapi gue bukannya percaya sama yang begituan sebenernya lebih pada ngilangin penasaran aja sih. Udah jauh-jauh ke sini, percuma juga kan kalo nggak nyoba. 

Awalnya sih gue takut banget. Deg-deg-an berat mau ngelewatinnya. Tapi gue coba juga dah. Dari awal gue cuma bisa ngucapin bismillah. Pengalaman gue selama mata gue di tutup sebenernya ada perasaan ragu juga sih. Nah di tengah perjalanan, gue nggak tau kenapa merasa takut banget. Dan ngerasa sendiri. Gelap. Lebih gelap dari sebelumnya. Dan karena perasaan takut itu, langkah gue jadi berbelok. Dari sini gue bisa mendapat #Pelajaran Kedua: Ketakutan Hanya Akan Membelokkan Langkahmu ke Tempat Tujuan#
Karena masih penasaran dan ingin berhasil, gue kembali mencoba lagi. Dan kali ini gue harus benar-benar yakin dan nggak boleh takut. Ini kunci yang gue dapet. Nggak peduli tanah becek, gue terus jalan dan akhirnya gue berhasil melewati kedua beringin tersebut. #Pelajaran Ketiga: Yakinkan Diri Untuk Dapat Mencapai Apa Yang Ingin Dituju#

Sekarang giliran temen gue, Erna. Tapi waktu gue mau nutup matanya Erna, ada cowok yang nanya apa gue berhasil melewati tuh pohon beringin atau nggak. Usut punya usut, ternyata dia dari universitas yang sama kayak gue. Waduh, jauh-jauh ke Jogja kenapa masih ketemu mahasiswa satu universitas?!
Lucunya lagi, si Erna pertama kali nyoba, malah nyamperin orang yang lagi pacaran. Gue sama temen gue yang lain ngakak aja ngeliatin Erna. Dan setelah mencoba kedua kalinya dia juga berhasil. Temen gue yang lain nggak ada yang berani nyoba, jadi abis itu kita langsung naik becak listrik. Kayak anak kecil aja dah kita naek becak yang ada lampunya nyala-nyala dengan gambar kartun dan hewan. Naik becak listrik keliling alun-alun satu putaran.


Naik becak listrik

Pulangnya kita nggak lagi jalan kaki, tapi naek becak.
Malam terakhir di Jogja ini adalah malam yang paling berkesan dan mungkin nggak akan gue lupa. Makasih banget buat temen-temen semua dan liburan berkesan ini :D.


#Hari Kelima_Hari Terakhir

Hari terakhir ini planning kita cuma beli bakpia dan mungkin temen-temen gue masih mau beli oleh-oleh lain. Berhubung duit gue udah sekarat gara-gara belanja. Abis beli bakpia langsung aja dah gue balik ke hotel. Tidur nyenyaaak di hotel. Nunggu sore buat pulang ke Jakarta. Gue harus ke stasiun Lempuyangan buat naek kereta. Dan gue bener-bener nyesel, kenapa nggak dari awal aja gue ke mana-mana naek taksi daripada naek becak. Murahan naek taksi daripada naek becak!!

Menunggu kereta di stasiun Lempuyangan

Penjaga barang :p


Dengan sedih gue harus bilang Hello-Goodbye Yogyakarta.



Perjalanan malam di kereta nggak bisa gue nikmati. Tenyata susah juga tidur sambil duduk dengan posisi 90˚. Sampai di stasiun pasar senen jam 04.20 pagi.
  
Mungkin ini adalah kedua kalinya gue pergi ke Yogyakarta tapi Menapaki kota Yogyakarta dengan kaki sendiri bersama teman-teman mungkin adalah langkah-langkah awal gue untuk menapaki kaki untuk perjalanan selanjutnya :D amiiiin.





Thanks to:
Boss Tina yang udah repot dan sibuk mengurus perjalanan kali ini
Ratna Alfiani yang bersedia menjamu kita di rumah Mbah  :D dan juga mau repot nyari sewa kamar dan mobil
Risyca dan Ratna Endah yang mau modal bawa kamera digital dan foto-fotonya selama perjalanan kita
Juga buat temen-temen semua yang udah buat perjalanan ke Jogja ini jadi berkesan :D