Tampilkan postingan dengan label Dutch. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dutch. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

My Name Is Dutch


Aku bukanlah sesuatu yang hidup namun aku dapat bernafas. Sebut saja aku adalah Belanda, sebuah dataran rendah di Eropa bagian barat laut. Jika kalian bertanya bagaimana aku bisa bernafas, maka aku akan menjawab bahwa aku bernafas berkat inovasi para pendudukku. Mereka membuatku bangga dengan namaku sendiri "Belanda", karena dengan inovasi yang mereka buat, seakan-akan namaku turut melambung tinggi bersama dengan mereka. Dan aku bisa benar-benar merasakan udara segar yang kuhirup dari tanahku. 
http://infoedukasi.net/wp-content/uploads/2012/05/the-netherlands.jpg
Serta menikmati keindahan tulip-tulip yang bermekaran.
http://www.sharewonders.com/wp-content/uploads/2012/04/holland.jpg
Selain dikenal ramah, para pendudukku juga memiliki pakaian yang menjadi kekhasan tersendiri.Salah satunya adalah pakain tradisional di daerah Volendam.

http://sandcat.nl/~amy/images/Volendam_costume.jpg

Berbicara mengenai inovasi-inovasi pendudukku yang sangat membuatku bangga, kalian dapat melihatnya dari banyak aspek. Seperti misalnya inovasi mereka untuk memperluas ruang untuk para pejalan kaki dari adanya tiang-tiang lampu jalanan. Perusahaan  Philips yang cukup terkenal ternyata mampu menangani hal tersebut dengan dibuatnya lampu yang dapat melayang di jalan tanpa perlu menggunakan tiang.

http://www.dutchdailynews.com/wp-content/uploads/et_temp/led-135152_200x200.jpg
http://www.solarfeeds.com/wp-content/uploads/philips-street-light.jpg
Selain lampu, pendudukku juga mampu menciptakan sebuah mobil yang dapat terbang seperti helikopter. yang dinamakan PAL-V ciptaan Spark dan Pal-V Europe NV yang baru-baru diuji secara ekstensif.

http://www.sciencespacerobots.com/2012pics/pal_v.jpg


Seorang ilmuwan bernama Profesor Mark van Loosdrecht juga turut menyumbangkan inovasinya dengan dimenangkannya Lee Kuan Yew Water Prize tahun 2012 ini. Inovasinya dalam menghilangkan nitrogen dari air limbah ini memberikan sumbangan penting untuk mengatasi masalah air yang sering terjadi. Profesor Mark van Loosdrecht mengembangkan proses yang dikenal sebagai Anammox yang lebih unggul daripada teknik menghilangkan nitrogen lainnya. Tidak hanya hemat biaya, metode Anammox ini juga ramah lingkungan.

http://static.edvantage.com.sg/site/servlet/linkableblob/edvantage/1001478/topImage/Pioneering_Dutch_scientist_wins_LKY_Water_Prize-topImage.jpg
Satu ilmuwan lagi yang menyumbangkan inovasinya mengenai sebuah partikel yang sangat spesial, sebuah partikel yang juga merupakan anti-partikelnya sendiri: Majorana fermion. 'Majorana' ini berada tepat di perbatasan antara materi dan anti-materi.Untuk pertama kalinya dalam kelompok penelitian Leo Kouwenhoven yang berhasil menciptakan perangkat elektronik skala nano di mana sepasang Majorana fermion 'muncul' di kedua ujung nanowire.Mereka melakukan ini dengan menggabungkan nanowire sangat kecil, yang dibuat oleh rekan dari Eindhoven University of Technology.


Perangkat ini terbuat dari Indium Antemonide nanowire, ditutupi dengan kontak Emas dan sebagian tertutup dengan kontak Niobium superkonduktor. Fermion Majorana diciptakan pada akhir nanowire tersebut.
sumber gambar: http://tudelft.nl/uploads/RTEmagicC_majorana-500-closeup_01.jpg.jpg


Tidak sampai di situ saja inovasi yang dikembangkan oleh para pendudukku. Masih banyak lagi kreatifitas mereka yang mungkin tidak akan cukup jika aku katakan semua, bukan maksudku untuk sombong. Tapi mungkin saja inovasi-inovasi yang diciptakan pendudukku tidak lepas dari pendidikan yang mereka dapatkan. Hal ini terbukti dengan lima universitas prestisius yang ada di tanahku masuk dalam Top 100 Worldwide Economics Schools Research Ranking. Daftar ini dibuat berdasarkan kontribusi riset dan jurnal penelitian yang dilakukan selama tahun 2007-2011.Posisi yang paling tinggi dalam daftar ini adalah Tilburg University pada posisi 21,University of Amsterdam pada urutan 27, Erasmus University Rotterdam di posisi 52,  Maastricht University di posisi 49, dan  VU University Amsterdam di posisi 73.


Tilburg University
 sumber gambar: https://stuwww.uvt.nl/socrates/netherlanduniv.gif

Tidak hanya itu, Wageningen University dan Utrecht University masuk ke dalam Top 50 Life Sciences Universities. Lima universitas riset Belanda masuk dalam 100 besar dalam daftar yang dikeluarkan oleh Times Higher Education. Peringkat Reputasi ini didasarkan pada hasil analisa 31,000 akademisi dari 149 negara.Lima universitas riset 'Belanda' yang masuk dalam 100 besar adalah universitas-universitas yang ternama tidak hanya di Eropa, namun juga di seluruh dunia, karena memiliki kualitas pendidikan yang baik dan telah memiliki nama baik di bidang-bidang yang menjadi kekuatan mereka. 
Tidaklah heran jika namaku (Belanda) menjadi sangat melambung tinggi sebagai peringkat ke-10 peraih Nobel terbanyak.Salah satunya adalah Andre Geim untuk bidang Fisika pada tahun 2010.

http://images.iop.org/objects/phw/news/12/9/1/geim.jpg
Demikianlah inovasi-inovasi para pendudukku yang merupakan sumber udara bagiku. Mereka seakan membuatku hidup dengan berbagai kreatifitas mereka. Seolah aku melekat dalam setiap inovasi yang mereka buat. Karena merekalah, aku bisa membusungkan dadaku dan berkata "MY NAME IS DUTCH". Aku hidup dalam setiap karya mereka, aku hidup dalam udara yang bergerak di 'negeri kincir angin'. 
Jika kalian ingin lebih mengenal tentangku, datanglah ke tanahku. Aku akan merasa sangat senang jika kalian mengunjungiku. Bahkan jika kalian ingin tinggal di tanahku, mungkin kalian akan merasa sangat bahagia karena aku masuk ke dalam negeri paling bahagia keempat setelah Denmark, Finlandia dan Norwegia. So, sampai jumpa di negeriku.


 Referensi:
http://www.dutchdailynews.com/eindhoven-first-with-philips-floating-led-street-lighting/
http://www.sparkdesign.nl/en/project/PALV
http://www.edvantage.com.sg/edvantage/news/news/1001478/Pioneering_Dutch_scientist_wins_LKY_Water_Prize.html
http://tudelft.nl/en/current/latest-news/article/detail/nanowetenschappers-vinden-langgezocht-majorana-deeltje/

Rabu, 02 Mei 2012

Belanda Terbang dari Kemacetan


Sering kita ketahui bahwa Indonesia, terutama di Jakarta sering sekali terjadi kemacetan. Ternyata kemacetan juga pernah terjadi di Belanda. Pada hari Pentakosta pertama 29 Mei 1955 untuk pertama kalinya terjadi kemacetan di persimpangan Oudenrijn kota Utrecht, saat pelancong dari Belanda dan Jerman bersimpangan.
sumber gambar: http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/imagecache/must_carry/images/lead/oudenrijn%20ANPkleiner.jpg

Untuk melancarkan persimpangan padat Oudenrijn di kota Urecht, sebuah lampu lalu lintas dipasang tahun 1960. Tapi karena para pengendara mobil tidak terbiasa, maka sempat menyebabkan banyak kecelakaan, kata ANWB.

Kemacetan yang disebabkan oleh lalu lintas penghubung antara tempat tinggal dan tempat bekerja, mulai sekitar 25 tahun setelah kemacetan mula-mula biasa terjadi di beberapa tempat tertentu di Belanda. Titik yang tersibuk adalah jalan A2 di jembatan dekat Vianen, terowongan Coen, terowongan Velzer dan jembatan Brienennoord, tulis ANWB. Sementara setiap pagi terjadi kemacetan di Belanda sepanjang rata-rata 250 km, dengan 7,5 juta mobil

Dari penjelasan tersebut, ternyata kemacetan tidak hanya terjadi di negara Indonesia saja. Namun yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana negara Belanda itu sendiri dapat berinovasi untuk mengatasi kemacetan tersebut?
 
Belanda juga dikenal sebagai negara sepeda. Orang Belanda terutama didorong menggunakan sepeda, menempuh jarak jauh, lewat jalur khusus sepeda. Ini untuk mencegah kemacetan. 
 
Inovasi penduduk Belanda mengenai sepeda ini salah satunya oleh Ruud Maarschall yang memiliki sepeda berbaring yang disebut “banana”. Sepeda ini berwarna kuning. Bentuknya aerodinamik. 

sumber gambar: http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/imagecache/must_carry/images/lead/article/2011/11/fietssnelweg_1.jpg
 
Selain bentuk sepedanya yang unik, diharapkan juga dengan bersepeda dapat meringankan kemacetan. Sepeda “banana” tersebut juga sepertinya cukup nyaman untuk digunakan. 

Baru-baru ini, Belanda kembali membuat inovasi yang cukup menakjubkan. Sehingga mampu membuat kita tercengang dengan inovasinya tersebut. Sebuah mobil yang bisa terbang. Belanda memang negara yang secara geografis terbilang kecil namun inovasi yang mampu dibuatnya ini merupakan prestasi yang patut untuk diacungi jempol. 
 
Spark dan PAL-V Europe NV, sekarang  di ambang mewujudkan mimpi ini dengan PAL-V: sebuah kendaraan baru yang inovatif yang melaju seperti mobil dan terbang seperti gyrocopter. Kendaraan ini dengan mudah bisa berubah dari mode drive ke mode fly.  Pal-V merupakan terobosan yang ditunggu secara teknis dan komersial untuk mobil terbang. Kendaraan ini dapat berjalan dengan baik di darat maupun di udara. Sebuah prototipe mengemudi dan terbang dari PAL-V telah dikembangkan dan diuji secara ekstensif.


 
Meskipun sudah pernah ada beberapa mobil terbang sebelumnya, salah satunya adalah Amerika yang membuat model yang sama pada tahun 2009. Tapi tentunya tidak menyurutkan kehebatan negeri Kincir Angin ini untuk tetap berinovasi dalam menciptakan sesuatu yang lebih hebat.  

Sejak tahun 1999, Robert Barnhoorn (Direktur Spark) dan promotor John Bakker mempunyai mimpi yang sama yaitu mengembangkan mobil yang bisa terbang. Sehingga akhirnya mereka bekerja sama dalam mengembangkan konsep. 

Robert Barnhoorn


 sumber gambar: http://www.sparkdesign.nl/news/Spark_items_interview

 
Mobil terbang PAL-V atau 'Personal Air and Land Vehicle' ini dapat menyaingi  Terrafugia dari Amerika. Karena PAL-V ini berbobot ringan, cepat dan dan dilengkapi dengan rotor untuk memutar sayap layaknya pesawat. PAL-V adalah kendaraaan tiga roda dengan dua baling-baling yang bisa dilipat. Mobil terbang Pal-V dapat terbang dengan ketinggian sekitar 500 kaki dari permukaan bumi. Bila melaju di jalanan, mobil ini seperti perpaduan antara motor dan mobil balap yang bisa melaju dengan kecepatan 180 kilometer per jam.



sumber gambar:  http://www.terrafugia.com/photogallery.html

Jika dilihat secara kasat mata, mungkin mobil terbang buatan negara Kincir Angin atau PAL-V terlihat dengan desain yang lebih ramping. Dengan bentuk yang seperti helikopter.





sumber gambar: http://www.sparkdesign.nl/en/project/PALV

Untuk dapat lepas landas, kendaraan ini menggunakan lokasi airstrips. Di Belanda ada 20 lokasi yang digunakan.

Mobil terbang ini sangat ideal untuk,  orang-orang bisnis dan sebagai kendaraan ambulans atau polisi yang digunakan di daerah dengan infrastruktur transportasi yang minimal. Dengan cara ini, orang dapat menghindari kemacetan lalu lintas atau hambatan lain dan mencapai jarak yang jauh lebih cepat.

 Dengan PAL-V tersebut, Belanda telah berinovasi dalam mengurangi kemacetan. Mereka menerapkan ilmu pengetahuan dalam berbagai hal yang baru dan bermanfaat. Bagaimana dengan Indonesia? Mampukah Indonesia menciptakan inovasi canggih seperti negara Belanda? Belanda sudah terbang dari kemacetan, akankah Indonesia dapat terbang seperti Belanda?



Referensi: